Tampilkan postingan dengan label Rizal Aprillian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rizal Aprillian. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Desember 2012

Daftar Perguruan Negeri Di Surabaya

Jika anda ingin meneruskan pendidikan anda kejenjang yang lebih tinggi dan bingung untuk mencari apa saja nama universitas negeri yang ada di Surabaya? dan apa saja nama universitas swasta yang ada di surabaya?


Inilah daftar Universitas Negeri yang ada di Surabaya.

Inilah daftar Universitas Swasta yang ada di Surabaya.
*untuk universitas yang masih belum tersisip link, (sedang mencari link yang benar)*

Selasa, 13 November 2012

Taman Skate Surabaya


Skate Park Surabaya merupakan tempat yang sering dikunjungi bagi para skaters. Skate Park Surabaya berada di sebelah kalimas dan pintu masuknya berada di parkiran mobil sebelah utara Delta Plaza Surabaya. Skate Park tersebut dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan oleh Walikota surabaya. Taman Skate ini merupakan arena skate terpanjang se-Indonesia.

Biasanya Taman Skate ini lebih sering dikunjungi pada malam hari terlebih lagi pada Sabtu malam minggu. Tempat tersebut tidak hanya digunakan untuk bermain skate, tetapi ada juga yang Hunting foto ditempat tersebut. Pada saat siang hari, umunya taman skate ini lebih didominasi oleh para cheerleaders dari sekolah sekitar dan biasanya mereka hanya sekedar latihan ataupun bersenda gurau.

Dibawah ini adalah sebuah video Skate park hasil rekaman kami sendiri yang bisa dibilang masih pemula. Video tersebut kami ambil pada Tgl 13 November 2012.


Gedung Juang DHD 45


Ketika kita mendengar kata Gedung Juang DHD 45, kita pastinya sudah identik dengan Gerbong mautnya. Yah, Gedung Juang DHD 45 ini mempunyai sebuah gerbong asli yang menjadi saksi bisu atas meninggalnya 38 pejuang didalam gerbong tersebut. Sebenarnya ada 3 gerbong yang sama tetapi 2 gerbong berada di museum Brawijaya di Kota Malang dan 1 gerbong berada di Gedung Juang DHD 45 di Kota Surabaya.


Gambar diatas merupakan Gerbong yang berada di Gedung Juang DHD 45, yang terkenal dengan nama Gerbong Maut. Yah, Gerbong itulah yang mejadi saksi bisu atas meninggalnya 38 pejuang. Bayangkan gerbong tersebut merupakan gerbong barang dan dan tentunya gerbong barang tidaklah cocok untuk penumpang karena tidak mempunyai fentilasi udara, tetapi hal tersebut tidak berlaku dijaman penjajahan Belanda. Gerbong tersebut dijadikan alat transportasi dari Bondowoso - Surabaya. Gerbong tersebut di isi 38 penumpang dan diberangkatkan dari Kota Bondowoso menuju Kota Surabaya. Setiba di Surabaya 38 penumpang di gerbong tersebut meninggal, tidak ada satu pun yang hidup dikarenakan ke-38 penumpang tersebut tidak menghirup oksigen karena gerbong tersebut adalah gerbong barang.

Hingga sekarang, Gerbong maut tersebut masih utuh dan keberadaannya ada di Gedung Juang DHD 45, Surabaya. Banyak juga hal-hal misteri mengenai gerbong tersebut, bahkan penjaga Gedung Juang seringkali mendengar suara orang meminta tolong dan suara tersebut berasal dari dalam gerbong maut. Jika anda tidak percaya mengenai cerita mistis tersebut, anda bisa datang lansung ke Gedung Juang DHD 45 yang berlokasi di Jl.Mayjen Sungkono, Surabaya barat. Jika anda penakut, saya sarankan lebih baik anda datang pada siang hari, di siang haripun suasananya juga cukup menakutkan. Tetapi jika ingin menguji nyali anda, saya menyarankan datanglah pada malam hari, karena tentunya Hantu identik dengan malam hari. Pasti anda akan merasakan keberadaan mahkluk di dunia lain. Salah satunya suara teriakan para pejuang tersebut.

Delta Plaza Surabaya

Banyak warga surabaya yang tidak tahu awal - mula Plaza Surabaya atau Delta Plaza tersebut, tetapi ada juga yang sudah mengetahui awal - mula mall tersebut bahkan sampai cerita mistisnya.

Plaza Surabaya atau Delta Plaza Surabaya, Merupakan sebuah Mall yang berada di Jl. Pemuda, Surabaya. Dahulu sebenarnya Delta plaza ini merupakan sebuah Rumah Sakit dan nama Rumah sakit tersebut adalah Rumah sakit Simpang karena tempat Rumah sakit tersebut berada di dekat Persimpangan. Semula Rumah Sakit Simpang ini diberi nama Centrale Burgerlijke Zienkeninrichting, kemudian terkenal dengan sebutan Centrale Burgerlijke Ziekenhuis (CBZ). Tapi ada juga yang menyebut Simpang Hospital atau Rumah Sakit Simpang.


Bagi warga Surabaya, Jawa Timur, siapa yang tidak tahu mengenai cerita misteri Rumah Sakit Simpang. Bangunan rumah sakit yang kini disulap menjadi mall sekitar tahun 80-an itu, menyimpan banyak cerita-cerita hantu. Salah satunya kisah pohon beringin raksasa yang tidak bisa ditebang meski bangunan Delta Plaza sudah berdiri megah waktu itu. Ada lagi kisah hantu Suster Gepeng, yaitu seorang suster Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya, yang meninggal karena terjepit lift.

Jadi, bagi anda yang tidak mengetahui asal mula cerita tentang Suster Gepeng, yaa di Delta plaza tersebut lah cerita mengenai Suster Gepeng tersebut bermula.

Pintu Air Jagir


Pintu air Jagir dibangun pada tahun 1917, Pintu air Jagir ini berfungsi sebagai pengendali banjir, penyedia air baku dan menahan intrusi air laut. Menurut sejarahnya, Pintu air Jagir ini pernah dijadikan tempat bersandarnya tentara Tar-Tar yang akan menyerbu kediri pada tahun 1293. Pintu air ini pernah direnovasi tepatnya pada tahun 1978, tetapi tidak merubah bentuk dan gaya arsitektur Belanda.



Di balik kemegahan arsitektur Belanda, Pintu air Jagir ini juga menyimpan cerita misteri yang masih terdengar hingga sekarang. Salah satunya cerita mengenai Buaya putih yang kadang kala terlihat oleh masyarakat sekitar. Bahkan Tim dari Mr. Tukul Jalan - jalan sempat mengulas cerita misteri mengenai Pintu air Jagir ini dan banyak juga masyarakat sekitar yang menceritakan mengenai Buaya putih tersebut. Pintu air Jagir ini sering kali meminta korban, bisa dibilang seringkali ada korban meninggal yang tenggelam di sungai dekat Pintu air tersebut dan ada juga yang jasadnya tidak ditemukan hingga sekarang.

Mr. Tukul Jalan - jalan akhirnya menguak misteri dibalik cerita mistis mengenai Pintu air tersebut. Citra Prima pun juga mengaku kalau energi negatif yang ada di sekitar Pintu air tersebut sangat kuat. Pintu air ini mempunyai ruang mesin yang berada lantai atas. Citra Prima juga mengaku kalau di ruang mesin tersebut mempunyai penunggu yang sangat banyak dan menakutkan. Tetapi mengenai Buaya putih tersebut, Citra prima merasakan keberadaannya ada di bagian paling bawah Pintu air (di dalam air) dan memanglah ada Buaya putih tersebut. Buaya putih tersebut merupakan energi negatif yang menguasai Pintu air Jagir.

Senin, 12 November 2012

Jembatan Merah Surabaya


Gambar diatas merupakan Jembatan yang melewati Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya ini menjadi sarana perhubungan paling vital semasa zaman VOC dahulu kala. Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari perjanian Paku Buwono 2 dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam kekuasaan Belanda yang kemudian disulap menjadi pusat perniagaan. 



Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang dulu dikenal dengan nama Roode Brug ini hampir sama persis dengan jembatan lainnya, hanya saja warna merah. Mengenai nama ‘Merah’ sebenarnya bukan karena warna jembatannya yang merah tapi karena dilokasi tersebut terjadi pertumpahan darah antara pejuang dengan penjajah. Di tempat ini juga Brigadir A.W.S Mallaby, pemimpin angkatan bersenjata Inggris yang telah menguasai Gedung Internationale Crediet en Verening Rotterdam atau Internatio tewas terbunuh di tangan arek-arek Suroboyo. A.W.S Mallaby tewas dikarenakan di lempar granat oleh arek-arek Suroboyo dan granat tersebut meledak berserta kendaraan yang ditumpangi A.W.S Mallaby.

Kejadian-kejadian yang memicu terjadinya pertumpahan darah di Jembatan tersebut yaitu :
  1. Kedatangan Tentara Inggris dan Belanda.
  2. Insiden Penyobekan bendera Belanda yang berada di Hotel Yamato atau sekarang bernama Hotel Majapahit.
  3. Tewasnya Brigradir Jendral A.W.S Mallaby.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.



Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Jembatan Merah menjadi saksi bisu atas perlawanan rakyat Surabaya pada 10 November 1945 dan di sungai tersebut sangat banyak para pejuang yang gugur dan terbawah arus sungai. Sungai yang mulanya berwarna kecoklatan berubah menjadi warna Merah darah dikarenakan saking banyaknya korban yang ada di sungai tersebut.